Pengertian Bahasa

Bahasa ialah alat untuk saling berinteraksi, berkomunikasi, serta digunakan untuk menyapaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Bedasarkan studi sosiolinguistik, bahasa dapat diartikan sebagai sebuah lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.

Setiap lambang bahasa tersebut melambangkan sesuatu yang disebut dengan makna dan konsep. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa setiap ujaran bahasa memiliki makna-nya masing-masing. Contohnya lambang bahasa yang berbentuk “nasi” yang melambangkan konsep atau makna sebagai makanan pokok.

Pengertian Bahasa

Karakteristik Bahasa

Karakteristik bahasa sama seperti yang telah kita ulas diatas yaitu terdiri atas 5 macam yang bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.

1. Bahasa Bersifat Abritrer

Bahasa Bersifat Abritrer ialah hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib, artinya dapat berubah dan tidak bisa dijelaskan. Contohnya lambang kuda yang belambangkan hewan berkaki empat yang dapat diekndarai, merupakan tidak bisa dijelaskan.

Walaupun bersifat abritner, akan tetapi juga konvensional. Artinya setiap penuturan bahasa akan menuruti hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan.

2. Bahasa Bersifat Produktif

Bahasa bersifat produktif berarti sejumlah besar unsur yang terbatas namun bisa dibuat dalam satuan-satuan ujaran yang tidak terbatas. Contohnya, Kamus Umum Bahasa Indonesia yang mempunyai kosa kata kurang lebih sebanyak 23.000 yang mana dengan 23.000 kosa kata tersebut bisa membuat kalimat yang tidak terbatas.

3. Bahasa Bersifat Dinamis

Bahasa bersifat dinamis berarti bahasa tersebut tidak lepas dari perubahan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Pada setiap waktu bisa saja muncul kosakata yang baru, namun bersamaan dengan hal ini kosakata yang lama juga ikut tenggelam sehingga tidak digunakan lagi. Perubahan-perubahan tersebut dapat terjadi pada tataran apa saja seperti fonologis, morfologis, sintaksis, semantic dan leksikon.

4. Bahasa Bersifat Beragam

Walaupun bahasa memiliki kaidah dan pola tertentu yang sama, namun karena bahasa digunakan oleh penutur yang heterogen dengan latar belakang kebiasaan dan sosial yang berbeda, maka inilah yang membuat bahasa itu menjadi beragam baik itu dalam tataran fonologis, morfologis, sintaksis maupun pada tataran leksikon. Contohnya, bahasa Jawa yang digunakan di pekalongan tidak sama dengan yang digunakan di Yogyakarta. Begitu pula dengan bahasa Arab yang digunakan di mesir dengan yang digunakan di Arab Saudi.

5. Bahasa Bersifat Manusiawi

Bahasa juga digunakan sebagai alat komunikasi verbal yang hanya dimiliki oleh manusia. Sedangkan hewan tentu tidak mempunyai bahasa, namun yang dimilikinya ialah alat komunikasi berupa bunyi atau gerak isyarat, tidak bersifat produktif dan dinamis.

Dalam menguasau bahasa, manusia tidak menggunakan naluri atau instingtif melainkan dengan cara mempelajarinya.

Fungsi-Fungsi Bahasa

Bahasa ialah alat untuk saling berinteraksi, berkomunikasi, serta digunakan untuk menyapaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Sedangkan konsep bahasa ialah alat untuk menyampaikan pikiran.

Berdasarkan sosiolinguistik, konsep bahasa ialah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pikiran yang dianggap terlalu sempit. Hal ini karena yang menjadi persoalan sosiolinguistik ialah “who speak what language to whom, when and to what end”. Untuk itu, fungsi bahasa bisa dilihat dari sudut penutur, pendengar, topic, kode dan amanat pembicaraan.

1. Fungsi Personal atau Pribadi

Jika dilihat dari sudut penutur, maka bahasa berfungsi personal. Maksudnya, si pembicara menyatakan sikap terhadap apa yang dibicarakannya. Si pembicara tidak hanya mengungkapkan emosinya lewat bahasa, melainkan juga memperlihatkan emosinya ketika menyampaikan pembicaraannya. Dengan demikian, si pendengan bisa mengetahui apakan si pembicara sedang marah, sedih, atau senang.

2. Fungsi Direktif

Jika dilihat dari sudut pendengar atau lawan bicara, maka bahasa berfungsi sebagai direktif. Maksudnya, mengatur tingkah laku si pendengar yang mana membuat si pendengar melakukan sesuatu kegiatan yang sesuai dengan intruksi dari si pembaca.

3. Fungsi Fatik

Jika dilihat dari segi kontak antara penutur dan pendengar, maka bahasa bersifat fatik. Maksunya ialah bahasa berfungsi untuk menjalin hubungan, memelihara, memperlihatkan perasaan bersahabat atau solidaritas sosial. Ungkapan yang digunakan biasanya sudah berpola tetap seperti saat pamit, berjumpa ataupun menanyakan keadaan. Maka dari itu, ungkapan seperti ini tidak bisa di terjemahkan secara harfiah.

Biasanya ungkapan fatik disertai dengan unsur paralinguistik, seperti senyuman, gelengan kepala, gerak gerik tangan, air muka atau kedipan mata. Jika tidak disetai dengan ungkapan-ungkapan tersebut maka unsur paralinguistik tidak mempunyai makna.

4. Fungsi Referensial

Jika dilihat dari topik, bahasa berfungsi sebagai referensial. Maksudnya berfungsi untuk membicarakan peristiwa atau objek yang terdapat di sekeliling pembicara atau yang terdapat dalam budaya. Dari fungsi ini melahirkan paham tradisional yang mana bahasa itu digunakan sebagai alat untuk menyatukan pikiran dan menyatakan bagaiaman si pembicara tetang dunia di sekelilingnya.

5. Fungsi Metalingual atau Metalinguistik

Dilihat dari segi kode, bahasa berfungsi metalingual atau metalinguistik. Maksudnya bahasa tersebut digunakan untuk membicarakan bahasanya sendiri ataupun bahasa lain seperti ekonomi, pengetahuan dan sebagainya.

6. Fungsi Imajinatif

Jika dilihat dari segi amanat (message), bahasa berfungsi sebagai imajinatif. Bahasa tersebut bisa digunakan untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan gagasan baik yang sebenarnya atapun imajinasi saja. Contoh imajinasi berupa karya seni (puisi, cerita, dongeng dan sebagainya) yang digunakan untuk kesenangan si pembicara atapun kesenangan untuk si pendengar.

Info Berkaitan Dengan : Pengertian Bahasa