Gaya Hidup Anak Orang Kaya, ini 10 Rahasianya

Pada umumnya gaya hidup anak orang kaya tentu berbeda dengan gaya hidup anak atau remaja seusianya yang berasal dari keluarga kalangan menengah atau sederhana sebagaimana lainnya warga Indonesia. Hal ini tentu dikarenakan anak-anak yang lebih beruntung dalam hal finansial ini telah terbiasa dengan perlakuan istimewa yang didapat dari keluarga maupun lingkungannya karena kemampuan finansialnya alias ekonominya yang melimpah.

Berikut 10 gaya hidup anak orang kaya yang negatif dan tidak layak dicontoh.

>Gaya Hidup Anak Orang Kaya yang Berakibat Negatif terhadap Dirinya

 1. Tidak Mandiri

Kebanyakan anak orang kaya telah terbiasa mendapatkan treat spesial baik dari keluarga maupun lingkungan terdekatnya. Akibatnya tidak jarang untuk hal-hal yang menyangkut urusan pribadinya sekalipun telah terbiasa dikerjakan oleh orang lain.

 2. Boros

Jika dengan Rp 20.000 anak yang berasal dari kalangan biasa dapat membelanjakannya untuk mie ayam pinggir jalan dan minumannya, tentu tidak demikian bagi anak orang kaya yang selera makannya minimal di cafe dengan menu mahal.

 3. Foya-foya dan Rasa Malas

Anak orang kaya bahkan bisa menghabiskan uang untuk sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu mereka butuhkan. Tas dan sepatu bermerk dengan harga tidak masuk akal, misalnya, atau liburan ke luar negeri yang berlebihan.

Selain itu karena merasa hidupnya telah terjamin, tidak jarang anak orang kaya memiliki gaya hidup malas dan tidak memotivasi dirinya untuk melakukan kegiatan yang serius untuk masa depannya. Padahal orang tua dan kekayaannya tidak akan hidup selamanya. Padahal kekayaan akan berakhir dalam sesaat jika tidak bisa mengelolanya.

 4. Pergaulan Bebas

Bukan berarti pergaulan bebas hanya terjadi pada anak orang kaya. Hanya saja jika kita bicara soal akses dan fasilitas, maka gaya hidup anak orang kaya tentu lebih dekat dengan pergaulan bebas dewasa ini.

 5. Keinginan Harus Terpenuhi

Terbiasa dengan keadaan serba ada, maka anak orang kaya cenderung tidak sabar jika keinginannya belum terpenuhi.

 Gaya Hidup Anak Orang Kaya yang Berdampak Negatif pada Lingkungan

 1. Kurang Empati

Karena terbiasa dengan segala keinginannya terpenuhi, tidak jarang rasa empatinya kurang terasah. Misalnya soal belanja, mall yang notebene milik orang besar tentu jauh lebih disukai daripada berbelanja pada pedagang kelontongan yang jelas lebih membutuhkan.

 2. Suka Memerintah

Bossy bisa menjadi sikap dasar anak orang kaya, karena tebiasa dilayani, tentu saja.

 3. Menilai dari Kekuatan Finansial

Karena kekuatan terbesarnya adalah ekonomi, maka sudut pandangnya terhadap orang lain pun diukur dari segi ekonomi. Menghargai dari kekuatan ekonomi. Yang sama kaya yang selevel.

 4. Merendahkan Orang Lain

Penilaian dasarnya berdasarkan ekonomi, maka kebiasaan merendahkan orang lain yang tidak dianggap selevel dengannya dianggap wajar.

 5. Membeli Segalanya dengan Uang

Istilah ini mungkin biasa ditemui pada berbagai sinetron dan drama korea. Namun pada kenyataannya, anak orang kaya yang menggunakan uang untuk mendapatkan segalanya memang terjadi. Terutama di negara ini yang bahkan katanya hukumnya saja bisa dibeli asal punya dana yang mumpuni.

 Itulah beberapa gaya hidup anak orang kaya yang tidak layak dicontoh. Namun bukan berarti ini terjadi pada seluruh anak orang kaya. Kita tidak dapat menghakimi seseorang hanya berdasarkan latar belakang keluarganya, jadi jangan pernah menilai sebelum mengenal orangnya secara benar.

Info Berkaitan Dengan : Gaya Hidup Anak Orang Kaya, ini 10 Rahasianya

apa keluarga natasia wilona orang kaya,natasha wilona agama apa,pergaulan anak orang kaya