13 Bahan Pengawet Makanan Yang Tidak Berbahaya Untuk Kesehatan

Bahan Pengawet makanan yang tidak berbahaya untuk kesehatan – Penting untuk kita mengenal mana jenis bahan pengawet makanan yang berbahaya dan yang tidak berbahaya atau yang aman di gunakan untuk di konsumsi, karena kita tahu pada zaman sekarang ini hampir semua makanan dan minuman kemasan sudah terindikasi yang namanya pengawet makanan baik itu yang berbahaya maupun tidak. Namun demikian kita tidak juga dapat menyalahkan siapapun tentang hal ini, karena yang terpenting adalah, diri Anda sendirilah yang dapat menjaga kesehatan Anda. Karena itu sangat penting untuk kita mengenal mana pengawet makanan yang berbahaya untuk kesehatan dan mana jenis bahan pengawet makanan yang tidak berbahaya untuk kesehatan tubuh kita.

Sebelum kita melanjutkan pembahasan ini, ada baiknya terlebih dahulu Anda membaca artikel kami sebelumnya tentang “Bahan pengawet makanan yang berbahaya untuk kesehatan“, karena jika ada pengawet makanan yang tidak berbahaya maka tentu ada jenis pengawet makanan yang berbahaya khususnya untuk kesehatan manusia. Perlu Anda ketahui bahwa jenis pengawet makanan yang aman untuk di gunakan adalah jenis pengawet yang sudah lulus uji laboraturium dan telah di tentukan takaran penggunaannya pada makanan.

Nah tentu tak sabar untuk Anda mengenal apa saja jenis bahan pengawet makanan yang aman untuk di gunakan, baiklah tak usah panjang lebar lagi silahkan baca dengan sekasama penjelasannya.

Jenis bahan pengawet yang aman untuk dikonsumsi , antara lain

asam dan garam benzoat
sorbat dan propionat
belerang dioksida dan sulfit
nitrit dan nitrat
natrium klorida, gula, asam, nisin,
natamycin, subtilin, serta antioksidan BHA dan BHT.

Benzoat biasanya digunakan sebagai bahan mengawetkan jajanan dan minuman-minuman ringan dan juga kecap, juga di gunakan pada sari buah, saus tomat, saus sambal, jeli dan selai, manisan, agar-agar, dan jenis makanan kemasan lainnya. Sedangkan Propionat merupakan salah satu bahan pengawet untuk makanan roti dan keju olahan pabrik maupun rumahan. Untuk jenis Sorbat biasanya sering digunakan untuk mengawetkan margarin, juga pekatan sari buah, dan keju agar dapat tahan lama sesuai dengan label Expired nya. Nah kalau untuk pengawet jenis Sulfit merupakan jenis pengawet makanan untuk potongan-potongan kentang goreng kemasan, juga udang beku, dan pekatan sari nanas. Sedangkan pengawet jenis nitrit biasanya digunakan sebagai bahan pengawet daging olahan seperti sosis pabrik, korned dalam kemasan kaleng, dan juga keju.

Kembali ke topik utama Bahan Pengawet makanan yang tidak berbahaya untuk kesehatan Perlu Anda ketahui bahwa jenis pengawet yang telah lulus uji dan diizinkan (Permenkes No.722/1988) adalah
Asam Sorbat, Belerang Dioksida, Asam Benzoat, Asam Propionat. Etil p-Hidroksi Benzoat, Kalium Benzoat, Kalium Kalsium Propionat, Kalsium Sorbat, Natrium Benzoat, Bisulfit, Kalium Meta Bisulfit, Kalkum Nitrat, Kalium Nitril, Kalium Propionat, Kalium Sorbat, Kalium Sulfit, Kalsium Benzoit, Metil-p-hidroksi Benzoit, Natrium Bisulfit, Natrium Metabisulfit, Natrium Nitrat, Natrium Nitrit, Natrium PPropionat, Natrium Sulfit, Nisin dan Propil-p-hidroksi-benzoit.

Nah berikut ini adalah beberapa jenis pengawet makanan yang telah dinyatakan dan terbukti benar-benar aman untuk dikonsumsi oleh FDA yaitu:

1. Vitamin C (ascorbic acid)
Peran penting vitamin C juga selain sebagai vitamin esensial yang dapat mencegah kanker dan juga sebagai sumber utama suplemen bernutrisi, namun vitamin C juga terbukti merupakan salah satu pengawet yang baik dan aman. dengan kaya kandungan yang berfungsi mencegah oksigen yang masuk yang dapat menimbulkan kerusakan dan vitamin C dapat melindungi makanan agar tetap segar dan tahan lama.

Vitamin C ini jika dalam jenis pengawet makanan maka ia di beri nama dengan dengan label “ascorbic acid” maka tak jarang kita jumpai label tersebut pada makanan kalengan seperti daging olahan, ham serta berbagai jus buah lainnya. Selain itu label tersebut, juga dapat ditemukan pada kemasan tepung sereal, jelly, dan jamur dalam kemasan kalengan.

2. Asam sitrat (citric acid)
Pengawet yang berjenis asam sitrat tak jauh beda kegunaannnya dengan Vitamin C yang sama-sama merupakan jenis pengawet makanan yang aman utuk di konsumsi. Asam sitrat berfungsi untuk mencegah adanya pertumbuhan bakteri jahat dan jamur. Asam sitrat ini telah di nyatakan aman 99,9% oleh uji penelitian. Namun biasanya ada sebagian kecil orang yang alergi terhadap jenis pengawet ini, namun hal itu sangat jarang sekali di jumpai. Asam sitrat biasanya banyak di gunakan pada jenis makanan dan minuman agar dapat menambah rasa asam pada makanan dan mibnuman tersebut.

3. Sodium benzoat dan asam benzoat (Sodium benzoate and benzoic acid)
Sepintas jenis pengawet ini terdengar seperti zat kimia namun ternyata kedua jenis pengawet ini asli berasal dari alam. Dan keduanya sering sekali digunakan untuk pengawet makanan dan buah-buahan seperti: Apel, cranberries, buah kering, plum fruit, kulit kayu manis, dan juga cengkeh. Kedua jenis bahan pengawet makanan ini mengandung komponen anti bakteria yang berguna untuk menjaga makanan terhindar dari bakteri yang dapat merusak kesegaran makanan. Jenis pengawet ini sering di gunakan untuk makanan ringan seperti: Kue tart, salad, dressing, minuman ringan, dan masih banyak lagi lainnya.

4. Sorbates
Sorbetes adalah salah satu pengawet makanan terbaik yang pernah ada, karena pengawet jenis ini sama sekali hampir tidak memiliki efek negatif, lagipula sifatnya yang tak berasa, tidak juga berbau, dan tidak memiliki efek samping yang membahayakan kesehatan.

5. Chitosan
Ketua departemen teknologi hasil perairan Dr.Ir Linawati atau yang di singkat dengan FPIK-IPB pernah menyatakan bahwa chitosan adalah jenis pengawet organik yang di dapat dari produk turunan yaitu dari polimer chitin yang diproduksi dari limbah udang, dan rajungan. Serta kadar chitin dalam berat udang berkisar 60–70% bila diproses menjadi chitosan menghasilkan Yield 15– 20%. Chitosan mudah mengalami degradasi secara biologis dan tidak beracun. Bila digunakan pada ikan asin, berfungsi sebagai pelapis (coating), agar tidak mudah dihinggapi lalat, dan menghambat pertumbuhan bakteri jahat. Penggunaan chitosan dapat mengawetkan bahan lautsekitar 8 mingguan.

6. Asap Cair (Liquid Smoke)
(Dr. AH. Bambang Setiadji)m, Dosen Fakultas MIPA, UGM, menemukan bahwa Asap Cair “Liquid Smoke” bisa menjadi bahan pengawet makanan yang berfungsi sebagai antimikroba dan antioksidan. Untuk industri perkebunan sendiri asap cair dipergunakan sebagai koagulan lateks, hal ini di sebabkan karena asap cair bersifat fungsional seperti anti jamur, antibakteri dan anti oksidan yang dapat memperbaiki kualitas karet. Sedangkan penggunaan pada industri kayu dapat mencegah serangan rayap. Sedangkan pemanfaatan “Liquid Smoke” ini pada industri pangan sediri cukup digunakan 25% + 75% air kemudian digunakan untuk merendam ikan dan daging selama 15 menit. Pengawetan dengan merendam ikan dan daging pada asap cair “liquid smoke” ini bisa bertahan selama 25 hari setelah prendaman.

7. Kunyit
“Dr NL ida Soeid MS”, telah mengungkapkan bahwa kunyit juga dapat digunakan sebagai pengawet tahu, karena disamping berfungsi sebagai pewarna alami juga bisa sebagai antibiotik, sekaligus mencegah agar tidak cepat basi dan asam. Selain itu jika untuk kesehatan sendiri berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, antiradang dan antikanker. Kunyit basah kandungan utamanya adalah kurkuminoid 3-5%. Sedangkan untuk kunyit ekstrak kandungan kurkuminoid mencapai 40–50%. Untuk penggunaan kunyit disarankan agar tidak melalui pemanasan, terkena cahaya dan lingkungan yang basah. Sebaiknya kunyit ditumbuk digiling terlebih dahulu dan diperas airnya agar mendapat kualitas yang lebih baik.

8. Air Ki (Air Endapan Abu Merang)
Air Ki ini juga ternyata bisa digunakan sebagai pengawet mie untuk pedagang karena dapat bertahan sampai 2 hari. Pada sekarang ini Air Ki sudah bisa di dapatkan ditoko cina atau Anda juga dapat membuat sendiri dengan membakar merang padi kemudian ambil abunya lalu larutkan dengan air, kemudian diendapkan sampai air dan abunya terpisah.

9. Sulfur Dioksida (SO2)
Bahan pengawet jenis ini juga sering ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, sirup dan acar. Meski tergolong aman namun penambahan bahan pengawet ini secara berlebihan dapat berisiko menyebabkan luka pada lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan alergi kulit.

10. Kalium nitrit
Identik dengan warna putih dan kuning serta kelarutannya yang tinggi bila di campurkan dengan air, bahan pengawet ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan juga ikan basah dalam waktu yang cukup singkat. Jenis pengawet ini sering digunakan pada daging yang telah dilayukan guna untuk mempertahankan keaslian warna merah agar terlihat selalu segar.
Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1% atau 1 gram/kg bahan yang diawetkan. Untuk nitrat 0,2% atau 2 gram/kg bahan. Bila lebih dari jumlah tersebut bisa menyebabkan keracunan, selain dapat mempengaruhi kemampuan sel darah membawa oksigen ke berbagai organ tubuh, juga dapat menyebabkan kesulitan bernapas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan mual juga muntah-muntah.

11. Kalsium Propionat/Natrium Propionat
Kedua jenis pengawet ini termasuk dalam golongan asam propionat dan sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur dan juga kapang. Bahan pengawet jenis ini biasanya digunakan untuk produk roti dan tepung. Untuk bahan tepung terigu, dosis maksimum yang disarankan adalah 0,32% atau 3,2 gram/kg bahan. Sedangkan untuk makanan berbahan keju, dosis maksimumnya adalah 0,3% atau 3 gram/kg bahan. Jika
penggunaaan melebihi angka maksimum yang telah di tentukan tersebut bisa menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.

12. Natrium Metasulfat
Sama dengan Kalsium dan Natrium Propionat, Natrium Metasulfat juga sering digunakan pada produk roti dan tepung. pemkaian yang berlebihan pada pengawet ini diduga bisa menyebabkan alergi pada kulit.

13. Asam Sorbat
Produk-produk kemasan beraroma jeruk, berbahan keju, salad, buah dan produk minuman biasanya kerap ditambahkan asam sorbat. Meskipun aman dalam konsentrasi tinggi, asam ini bisa membuat iritasi dan alergi di kulit. Batas maksimum penggunaan asam sorbat (mg/l) dalam makanan berturut-turut adalah sari buah 400; sari buah pekat 2100; squash 800; sirup 800; minuman bersoda 400.

Nah itulah bahan bahan pengawet makanan yang tidak berbahaya untuk kesehatan tubuh manusia asal pemakaiannya tidak berlebihan, jika Anda ingin lebih aman lagi maka lebih baik hindari yang namanya pengawet baik itu yang berbahaya maupun yang tidak, karena biasanya setiap jenis pengawet makanan yang tidak berbahaya memiliki efek samping tersendiri di dalam kandungannya.

Semoga bermanfaat dan menjadi sumber ilmu pengetahuan dan referensi bermanfaat untuk sahabat pembaca sekalian.

 

Info Berkaitan Dengan : 13 Bahan Pengawet Makanan Yang Tidak Berbahaya Untuk Kesehatan

bahan pengawet makanan yang tidak berbahaya, pengawet makanan,bahan pengawet makanan,bahan pengawet makanan yang tidak berbahaya bagi manusia,pengawet roti yang bagus,pengawet sulfit,pengawet makanan yang aman,nama pengawet makanan,pengawet roti,pengawet kue alami,pengawet makanan kering